Blog EntryNational Library Board in Singapore Aug 12, '06 3:02 AM
for everyone
Sehabis bermain bulutangkis bersama kawan kawan di
Tampines Sport Centre, saya di ajak mampir ke rumah
teman. Beliau sudah sekitar 5 tahun kerja di Singapore
sebagai Programmer Java untuk aplikasi telekomunikasi
(3G, GPRS, dll). Beliau punya satu orang putri yang
cantik dan mungil.

Ketika lagi enak ngobrol dengan Beliau, tiba-tiba si
kecil nyeletuk: "Ayah, ayo dong kita ke Bedok Library,
Aku kan ingin balikin buku yang aku pinjam, dan aku
pingin pinjam buku ama Video Bananas story".

Ehm, terkesima saya mendengar kata-kata dari seorang
anak seusia dia (4.5 tahun). Semangat untuk membaca
bukunya LUAR BIASA. Saya jadi tergugah untuk
mengetahui lebih jauh, ada apa dengan Library di
Bedok? Mengapa anak kecil seusia dia punya
ketertarikan tuk datang ke  Library tersebut?

Memang sih sekitar tahun 2001, awal saya datang ke
Singapur untuk keperluan training. Saya dapat info
dari seorang teman waktu itu bahwa Library di Singapur
ini sangat bagus systemnya.

Karena penasaran, ya... akhirnya ikutlah dengan beliau
menuju Bedok Library. Dari rumahnya naik bus no 69,
sampailah ke Bedok.

Kesan pertama tiba di Library Bedok, memang beda
sekali dengan kesan pertama saya datang ke
perpustakaan nasional di Salemba (Gak tahu apakah
sekarang perpustakaan tersebut masih ada atau tidak?).
Di Library sini, kesan modern sudah terasa sejak dari
luar. Beliau dan anaknya memulangi buku-buku
pinjamannya melalui kotak mesin yang online dengan
komputer, dengan memasukkan terlebih dahulu kartu
anggota library ke mesin (seperti ATM mesin). So, jadi
gak perlu antri menemui petugas perpustakaan
(library).
Begitu pula ketika meminjam buku, tinggal masukkan
juga kartu anggota library, dan letakkan buku di meja
'touch', maka akan tampil di layar judul bukunya,
lengkap dengan no registrasinya.
Maksimal satu kartu anggota bisa pinjam 4 buah buku
selama 3 minggu.
Kalau mau upgrade ke premium membership, maka akan
mendapatkan tambahan 4 buah buku lagi dan bisa pinjam
VCD, DVD, VHS video dll, dengan hanya nambah $21 per
tahun.

Keuntungan lainnya, bahwa seluruh library di Singapur
sudah terintegrasi dengan baik, jadi jika kita pinjam
buku dari Bedok library, kita bisa mengembalikan
dimana saja library yang terdekat dengan lokasi kita.
Automatis terupdate datanya dengan rapi. Enak kan?

Dan lagi, didalamnya memang di desain khusus agar
suasana dan nuansanya tenang. Sehingga orang akan
dengan sukarela meluangkan waktu ber jam-jam untuk
membaca atau sekedar ber surfing (internet ria). Ada
juga taman membaca untuk anak-anak, dengan desain yang
lumayan artistik.

Masuk akal apa yang teman katakan bahwa : system
library di singapur adalah yang terbaik di dunia.
Wallahu'alam, saya cuma bisa mengatakan, ehm maybe.

Oh ya.., gimana cara menjadi membership? Mudah saja,
bagi anak-anak dibawah usia 10 tahun gratis boooo,
kalau orang dewasa bayar uang registrasinya $10,5
pertahun, jika foreigner tambah $10.5 lagi. Jadi total
$21 untuk tahun pertama, selanjutnya cuma $10.5, tapi
jika kita sudah mendapatkan Permanent Resident, maka
untuk tahun2 selanjutnya gratis....

So, enak kan?

Sampai kapan negeri Indonesia tercinta bisa mengikuti
system perpustakaan di Singapore sini?

Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.